13.4.08
Kisah Nyata Penghasilan Anggota Dewan
detik.com
"Dulu modal saya untuk jadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu Rp 187 juta. Enam bulan pertama sudah BEP, break even point." Sembari makan siang di kantin, seorang anggota Dewan menceritakan pengalamannya secara blak-blakan kepada wartawan. Dia juga menceritakan bagaimana praktik-praktik politik uang yang terjadi di DPR yang tidak bisa diceritakan dalam tulisan ini.
Karena itu, dia termasuk yang tidak setuju dengan berbagai kebijakan anggaran di DPR yang arahnya terus menguras uang negara demi mempertebal ”kantong” anggota Dewan. Dia merasa berbagai fasilitas yang selama ini dia terima sudah lebih dari cukup. Pemberian insentif legislasi Rp 1 juta ke semua anggota Dewan yang tidak terlibat dalam pembahasan setiap kali pengesahan rancangan undang-undang, menurut dia, salah satu kebijakan yang tidak tepat.
Dua tahun terakhir
Seorang anggota Dewan lain secara blak-blakan menunjukkan seluruh catatan penghasilan yang dia terima dari negara selama dua tahun terakhir. Dari catatan itu diketahui, penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori. Ada yang bersifat rutin bulanan, ada yang rutin nonbulanan, dan ada juga yang sesekali.
Yang sifatnya rutin bulanan adalah gaji paket Rp 15.510.000; bantuan listrik Rp 5.496.000; tunjangan aspirasi Rp 7,2 juta; tunjangan kehormatan Rp 3,15 juta; tunjangan komunikasi intensif Rp 12 juta; dan tunjangan pengawasan Rp 2,1 juta. Total berjumlah Rp 46,1 juta per bulan. Jadi, setahun mencapai lebih dari setengah miliar, Rp 554 juta. ”Pendapatan bulanan ini semua anggota DPR sama,” katanya.
Penerimaan nonbulanan banyak jenisnya, mulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap Juni Rp 16,4 juta dan dana penyerapan aspirasi setiap masa reses Rp 31,5 juta. Dalam satu tahun sidang ada empat kali masa reses. Ada juga dana perjalanan dinas komisi, perjalanan dinas ke luar negeri, atau perjalanan dinas saat reses. Total keseluruhan dalam setahun sekitar Rp 188 juta.
Sementara itu, penghasilan yang sifatnya sewaktu-waktu adalah insentif pembahasan rancangan undang-undang dan honor melakukan uji kelayakan dan kepatutan yang besarnya Rp 5 juta per kegiatan. Dengan adanya kebijakan baru berupa uang insentif legislasi Rp 1 juta per-RUU, semakin menambah lagi pemasukan anggota DPR. Uang insentif legislasi yang dia terima Rp 39,7 juta.
Apabila keseluruhan penerimaan negara itu dihitung, total uang yang diterima seorang anggota DPR dalam setahun hampir Rp 1 miliar. Sebagai anggota DPR yang tidak terlalu aktif saja, selama tahun 2006, dia menerima Rp 761,3 juta, sedangkan tahun 2007 Rp 787, 1 juta. Anggota Dewan yang merangkap anggota badan selain komisi juga mendapat tunjangan khusus. Demikian pula anggota yang merangkap pimpinan alat kelengkapan, banyak melakukan studi banding ke luar negeri, memimpin panitia-panitia khusus pembahasan RUU, serta menjadi pimpinan fraksi, atau pimpinan DPR.
Dengan uang yang diberikan negara itu, dia yakin semua anggota DPR bisa menjadi profesional, independen, dan bersungguh-sungguh memperjuangkan aspirasi rakyat. Namun, kalau ditanya soal cukup, menurut dia, setiap orang akan memiliki pandangan yang berbeda. ”Ibarat minum air, ada yang merasa cukup, ada juga yang malah semakin haus,” ucapnya sambil tertawa.
Idealisme 550 anggota DPR yang duduk di Senayan memang beragam. Mereka tidak bisa begitu saja digeneralisasi. Terkait pemberian insentif legislasi Rp 1 juta saja, misalnya, ada fraksi yang menolak dan ada fraksi yang menerima dengan sejumlah alasan.
Anggota yang memiliki idealisme seperti tadi sesungguhnya tak hanya satu, dua. Namun, karena jumlahnya kalah banyak, suara mereka sering kali tertelan. Seorang anggota Dewan yang dulu bergelut di dunia akademisi dan sekarang terjun ke politik praktis malah mengaku sempat juga terkena getahnya. Saat dia ke kampus, rekannya menyesalkan dirinya terjun ke dunia politik praktis karena menjadi ikut ”kotor”.
Tidak semua kotor
Menilai anggota DPR seluruhnya ”kotor” tentu tak tepat karena pada kenyataannya ada juga yang berusaha untuk ”bersih” di tengah kekeruhan. Yang perlu dilakukan adalah memberikan dukungan kepada mereka yang bersih agar mereka tak tercemar, tetapi malah membawa warna jernih.
DPR yang bersih akan membawa pemerintahan juga menjadi bersih karena salah satu fungsi DPR adalah bidang pengawasan. Anggaran di eksekutif juga beratus-ratus kali lipat anggaran di DPR. Siapakah anggota DPR yang perlu didukung itu? Tentunya, mereka yang bisa merasakan cukup dan lebih memprioritaskan orang yang kerongkongannya kering karena dahaga. (Sutta Dharmasaputra)
Semoga memang tidak semuanya kotor... amin...
Soto Sokaraja

By plane
Purwokerto can be reached from Yogyakarta's Adisucipto International Airport (JOG), 150 km east of town. Taxi can be hired from Yogyakarta to Purwokerto for a rather steep Rp 600,000.
By bus
The main bus station is Terminal Bus Purwokerto, 4 km to the south of the town center. There are regular services throughout the island, including Jakarta (9 hours), Yogyakarta (4 hours), Semarang (6 hours) and Bandung (6 hours).
By train
Trains to Jakarta take between 7 to 9 hours from the main Purwokerto station. The Argo-class trains (Argo Lawu and Argo Dwipangga) are the best of the lot: most comfortable and fastest. Taksaka is almost as good. These train also cater for Yogyakarta destination.
Get around
Purwokerto is a relatively small town, travelling around town should not be too expensive. You may jog around town for 30 minutes.
By trishaw
Traditional three-wheeled pedal-powered carts known as becak can be found in most part of Purwokerto. Haggle furiously.
See
Purwokerto has many beautiful buildings and monuments.
Purwokerto Fly-over, is a well known landmark located in front of train station. The flyover was built in 1967.
Train Station, a Dutch colonial architecture, many Dutch residential building can be located in front of the train station.
Museum Bank, located in Jalan Bank, a museum dedicated for R.A. Wiriatmaja who pioneer the Indonesian banking system.
The educational institution in Purwokerto:
Universitas Jendral Soedirman [1].
Universitas Muhammadiyah Purwokerto [2].
Universitas Islam Negeri Walisongo.
Wet Market
The biggest wet market is Pasar Wage, with many small wet market such as Pasar Manis and Pasar Pon.
Shopping Malls
SOHO, the most luxurius mall for shopping
ACE, furniture for expatriates
Citraland, mall for younger generations
Moro, faboulous mall in Purwokerto.
Sri Ratu, the handphone centre.
Rita Supermarket, the first supermarket in Purwokerto, there are 2 in Purwokerto, one in kebondalem and the other in alun alun.
Local delicacies
The following dishes are should be on every traveller's agenda:
- Gudeg, a curry of jackfruit, chicken and egg served with rice, and is the most famous local dish. The most famous gudeg seller is in front of Pasar Manis, Jalan Gatot Subroto.
- Serabi Jalan Bank, available early in the morning is a local favourite. The queue is sometimes very long especially during holiday season.
- Soto Purwokerto, like: Soto Jalan Bank, Soto Sungep (also in jalan Bank), Soto Pak Tama (near Rita department store and supermarket, Soto Pak Sampun (at jalan Komisaris Bambang Suprapto), etc.
- Soto Sokaraja, available in Sokaraja, located 4 km west of Purwokerto. Many of Soto
Sokaraja in here, conside one of the best is Soto Kecik. The place not so good but very famous. Another famous one (some people consider this soto is better) is Soto Sutri. But don`t let your disire miss this one, SOTO POJOK SANGKAL PUTUNG. This soto has such a rich flavour. Combining many secret vegetables, resulting a great taste for everyone.
- Mie Kelinci III available in HR.Benyamin 2 KM from Limas Agung.
- Mendoan is local food in Purwokerto, from a very slim Tempe (food from a fermented soy bean, very famous food in Java) and covered by dough of wheat flour. Although many places selling Mendoan, the best Mendoan only served in the village. Even though Mendoan sold at city is considerable tasty.
Mendoan can be bought at jalan Sawangan, such as Mirasa, Echo21, etc.- Pecel Pecel from Purwokerto is also very delicious, many food that using pecel like Satay, Lotek, Gado-gado is also a quiet good food to try.
- Sate Kambing Sate Kambing in Purwokerto Area (Banyumas, Sokaraja, Purbalingga) is also famous for very tender young Goat. One of the best is Sate Tiga Saudara.
- Gethuk Goreng At Sokaraja we also found the famous food called Gethuk Goreng that many shops sell with different kinds of names. It made of cassava and a lot of javanese sugar. And the other food: nopia, mino (small nopia) kripik, and also mendoan.
Try also
Rumah Makan Taman Pringgading, one of the best restaurants in town.

Address DI Panjaitan 217 Purwokerto
Rumah Makan Cahaya Mas, one of the best chinese food restaurants in town.
You can visit in Overste Isdiman Purwokerto23:48, 25 March 2008 (EDT)222.124.22.19
Drink
Wedang ronde is hot ginger drink with gluten rice balls, peanuts, jelly
Kebon Cafe is located at Jatiwinagun street. Good place to hangin around. lot of local musicians there.
North
Baturaden is a resort area on the southern slope of Gunung Slamet.
East
Sokaraja, famous for soto and gethuk.
South
Gunung Tugel .
Cilacap on the south coast is sleepy fishing village.
5.4.08
Ketika Jilbab Menjadi Perhiasan
Dalam sebuah angkutan umum, saya melihat sepasang kekasih sedang berangkulan di kursi belakang. Tentu hal ini tidak terlalu saya perhatikan jika, sang wanita tidak mengenakan jibab.
Ketika jilbab tidak datang dari hati. Seorang siswi sekolah Islam terkemuka di Indonesia, berjalan menuju ke arah teman-temannya yang sedang menunggu di tempat parkir. Tentu saja hal ini tidak terlalu saya perhatikan jika, sang siswi tidak berjalan sambil membuka jilbabnya.
Ketika jilbab di paksakan. Seorang teman wanita berkata, bahwa dia mungkin akan menggunakan jilbab. Tentu saja hal ini tidak terlalu saya perhatikan, jika sang teman wanita tidak berkata karena kelihatannya jilbab sedang nge-trend sekarang ini.
Ketika jilbab menjadi perhiasan.
Alangkah indahnya, jika jilbab datang dari hati.
Bukan demi suami.
Bukan demi orang tua.
Bukan demi sekolah dan guru.
Bukan demi lingkungan sosial.
Bukan demi mode.
Tapi demi Allah semata.
Tapi, ini tentunya hanyalah pendapat saya.
Just before midnight, my mind tricked me.